Rabu, 21 November 2012

AMALAN DUNIA DAN AKHIRAT


Assalamu'alaikum Waroh Matullahi Wabarokatuh

Allah Swt menciptakan manusia ini untuk waktu yang sangat singkat, begitu singkatnya kehidupan di dunia ini, Allah Swt menyebut hari kiamat itu sebagai “Ghot” : “Wan tandzur qoddamat Li Ghot.” Hendaklah setiap jiwa mempersiapkan untuk esok hari. Ini karena sangat-sangat dekat. Karena itulah para sahabat RA mereka selalu menghadirkan akherat dalam kehidupan mereka.

 
Kisah Sahabat :
Abdullah Rawahah tatkala menangis dipangkuan istrinya, maka istrinya ikut menangis. Kemudian ditanya
Abdullah bin Rawahah : “Kenapa engkau menangis ?”
Istrinya menjawab : “Karena engkau menangis akupun ikut menangis.”
Abdullan bin Rawahah : “Apakah engkau tau apa yang aku tangisi ?”
Istrinya menjawab : “Tidak tahu, pokoknya kamu menangis, saya ikut menangis.”
Ini kesetiaan seorang istri sahabat RA, seorang sahabiyah R.ha, melihat suaminya seduh maka diapun ikut sedih. Inilah seharusnya hubungan suami-istri, suami sedih maka istri ikut sedih, suami bahagia maka istri ikut bahagia. Maka beliau ceritakan :
“wa inminkum illa wariduha” : “Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali akan mendatangi Neraka Jahannam”
Disini Allah sudah memberitahukan tetapi tidak ada janji bagi saya bahwa saya akan selamat.
Allah Swt memberikan Iman dan Agama hanya kepada orang-orang yang Allah cintai saja :
“Innalloha ya wa’iddunya liman yuhib waliman la yuhib wala ya’ biddeena illa liman yuhib”
“Sesungguhnya Allah Swt memberikan dunia kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang Allah tidak cintai. Tetapi Allah hanya memberikan agama kepada orang yang Allah cintai.”

Maka semenjak diutusnya Nabi pertama kali hingga Rasullullah Saw, orang-orang tertentu saja yang Allah berikan agama :
1. Nabi Nuh AS berdakwah 950 tahun yang diberikan agama cuman 80 orang
2. Nabi Ibrahim AS berdoa dan berdakwah siang malam hanya beberapa orang saja
3. Nabi Musa AS hanya kaum Bani Israil saja
4. Nabi Isa hanya kaum Hawarits saja
Hingga Rasullullah Saw diutus. Begitu mahalnya iman, begitu mahalnya agama, sehingga :
1. Para paman Nabi Saw : Abu Thalib, Abu Lahab, dan Abu Jahal
2. Para Tetangga Nabi Saw : Umayyah bin khalaf, Utbah bi rabi’ah, Ubay bin khalaf
Dan banyak lagi yang lain mati tanpa Iman, padahal mereka tiap hari bertemu dengan Nabi Saw dan di doakan oleh Nabi Saw. Akan tetapi itulah keputusan Allah Swt, Allah memberi kepada yang mau dia beri. Sehingga Bilal RA pernah berkata mahfumnya :
“Beruntunglah bahwa Hidayah itu ada ditangan Allah, jika ada ditangan manusia maka orang-orang seperti aku ini tidak akan mendepatkan Hidayah.”
Maka kita yang jauh dari masa rasullullah Saw, tidak pernah bertemu dengan beliau Saw, tapi diberikan Iman oleh Allah Swt ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar. Bahkan nanti di padang mahsyar ada pengumuman :
“Sisihkan orang-orang yang akan dimasukkan ke dalam neraka ?” ditanya, “Dari berapa banyak ?”, jawabannya, “Dari setiap 1000 orang sisihkan 999 orang untuk dimasukkan ke dalam Neraka”

Sahabat RA mendengar hal ini terkejut, menangis, dan lemas, “Ya Rasullullah bila perbandingan seperti itu siapa yang bisa selamat ? dari 1000 orang hanya 1 yang masuk surga sedangkan yang 999 orang lainnya dikirim ke neraka.” Nabi SAW sabdakan mahfum :
“Yang 999 orang itu adalah orang-orang kafir dan ya’juz ma’juz. Sedangkan yang 1 orang adalah orang-orang yang beriman : kalian dan orang-orang seperti kalian”
Maka iman ini betul-betul nikmat tertinggi yang Allah berikan kepada manusia, kepada orang-orang yang Allah pilih, kepada orang-orang yang Allah kehendaki kebaikannya, maka Allah beri iman. Kita tidak pernah berkorban, di rahim ibu kita tidak pernah minta untuk diberi Iman, kita dilahirkan dari orang tua yang muslim, semuanya Allah berikan pada kita cuma-cuma, gratis. Betapa besarnya Anugerah Iman yang Allah berikan kepada kita ini.
Iman ini manfaatnya bisa kita rasakan di dunia dan di akherat, bukan di dunia saja atau di akherat saja. Bukannya di dunia kita perlu uang, dan di akherat perlu Iman, bukan seperti itu, di dunia dan akherat kita butuh Iman. Semenjak di dunia ini kita perlu iman, bukan di akherat saja.

Seorang ulama menceritakan kisah malaikat mendapat tugas dan dia curhat ketika ketemu di langit dengan rekan sejawatnya sesama
malaikat :
“Saya barusan dapat tugas aneh.” Katanya. Malaikat lain bertanya, “Apa itu tugasnya ?” dia bilang, “Saya diminta untuk mendatangi orang kafir yang sudah mau mati. Dia pingin makan ikan, yang ikan tersebut tidak ada disekitar rumahnya. Lalu Allah Swt perintahkan saya untuk menggiring ikan tersebut dari laut, masuk ke sungai dekat rumahnya, sehingga anggota keluarganya dapat menangkapnya, memasaknya sesuai dengan keinginan orang kafir tadi, dan memakannya. Setelah dia puas makan ikan tersebut, baru dia dimatikan Allah Swt.” Ini orang kafir.
Malaikat yang satunya berkata, “Saya juga barusan dapat tugas tidak kalah anehnya.” Maka malaikat tadi bertanya, ‘Apa itu tugasnya.” Malaikat tersebut menjawab, “Saya diminta mendatangi orang beriman yang mau mati. Dalam keadaan haus dia minta air. Ketika air diberikan dan hendak diminumnya, Allah perintahkan saya untuk menumpahkan air dari tangan orang beriman tersebut sehingga air tersebut jatuh dan pecah, dan orang beriman tersebut mati dalam keadaan haus.”
Maka keduanya laporan kepada Allah Swt tentang peristiwa-peristiwa tadi. Allah Swt katakan :
“Orang mukmin itu dia punya banyak kesalahan dan banyak dosa. Tapi dengan musibah yang aku berikan, dengan sakit yang aku berikan, dia hadapi dengan sabar, maka semua dosa-dosanya sudah aku ampuni. Hanya saja masih ada 1 dosa yang tersisa, maka ketika menjelang dia mati aku beri dia 1 musibah lagi, lalu dia sabar dan ikhlas, maka dia akan mati bersih dari dosa.”
Sehingga Sayyidina Aisyah R.ha katakan, bahwa semenjak aku menyaksikan bagaimana menderitanya Rasullullah Saw ketika akan wafat, setelah itu aku tidak pernah berprasangka buruk lagi terhadap orang-orang yang menderita sebelum wafatnya mereka. Ini karena Rasullullah Saw, mahluk yang paling Allah cintai, ikut merasakan sakitnya juga menjelang wafat.
“Adapun orang kafir itu, ketika dia hidup dia banyak sekali melakukan kebaikan kepada orang lain. Maka Aku sudah berikan balasannya semua di dunia. Apa itu balasannya ? anak yang sehat, namanya terkenal, perdagangannya maju, masalahnya aku selesaikan. Tapi masih ada 1 kebaikan yang belum aku balas, makanya sebelum dia mati, aku berikan balasannya dengan harapan yang dia inginkan. Sehingga ketika dia mati tidak membawa kebaikan apapun ke akherat.”

Sumber :
Bayan Masturot Maulan  Harun Al Rasyid Markaz Bandung.


MUDZAKARAH

Mudzakarah 6 Sifat Sahabat R.A yang Mulya.

Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat hanyalah pada agama Islam yang sempurna. Agama Islam yang sempurna adalah agama yang dibawa oleh Rasululloh SAW. Meliputi Iman, Ibadah, Muamalah, Muasyarat dan Ahlaq. Pada saat ini umat islam tidak ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Para sahabat RA telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara sempurna karena mereka memiliki sifat-sifat dasar yang terkandung dalam enam sifat sahabat yang meliputi,



1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah”
2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
3. Ilmu ma’adzikir
4. Ikromul Muslimin
5. Tashihun niat
6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah.

Enam sifat sahabat RA tersebut bukan merupakan wujud agama yang sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam al qur’an dan al hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna.


1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah“.
Arti : Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt. Dan Baginda Muhammad Saw. Adalah utusan Allah. Maksud Laa ilaha illallah Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah Swt. Di dalam hati.
Fadhilah :
1. Barang siapa yang mati sedangkan dia yakin tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt., maka dijamin masuk surga.
2. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan hatinya membenarkan lisannya, maka dipersilahkan masuk surga dari pintu mana yang dia suka.
3. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah berikan surga yang luasnya 10 kali dunia.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya iman yakin.
2. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh-halaqoh / majlis iman yakin (bicara atau dengar).
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat iman dan yakin. Maksud Muhammadarrasulullah Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk mencapai kejayaan dunia dan akherat hanya dengan cara ikut sunnah Rasulullah Saw.
Fadhilah :
1. Rasulullah Saw. bersabda, Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku (Muhammad) sebagai utusan Allah.
2. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa yang berpegang teguh dengan sunnahku dikala rusaknya ummatku maka baginya pahala 100 orang mati syahid.
3. Rasulullah Saw. Bersabda barang siapa menghidupkan sunnahku sungguh dia cinta padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku maka akan bersamaku didalam surga.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.
2. Latihan , yaitu dengan cara menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. Dalam kehidupan kita selama 24 jam.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menghidupkan sunnah.

2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
Arti : Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikut cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Maksud Shalat Khusu dan Khudu Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Swt didalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
Fadhilah :
1. Allah berfirman : Sesungguhnya shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
2. Allah berfirman : Carilah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.
3. Rasulullah Saw. Bersabda : shalat adalah milahnya orang beriman.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya shalat
2. Latihan dengan cara :
a. Memperbaiki dhahirnya shalat.
b. Menghadirkan keagungan Allah
c. Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat shalat khusyu dan khudu.

3. Ilmu ma’adzikir
Arti Ilmu : Semua petunjuk yang dating dari Allah Swt melalui Baginda Rasulullah Saw. Arti Dzikir: Mengingat Allah sebagaimana agungnya Allah. Maksud Ilmu ma’adzikir Mengamalkan perintah Allah Swt. Pada setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah didalam hati dan ikut cara Rasulullah Saw.
Fadhilah Ilmu:
1. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka akan Allah fahamkan dirinya pada masalah agama.
2. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga.
3. Barangsiapa mempelajari satu ayat Al Quran maka nilainya adalah lebih baik daripada shalat sunnah 100 rakaat. Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu maka lebih baik nilainya daripada shalat sunnah 1000 rakaat.
Fadhilah Dzikir:
1. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dibandingkan dengan orang yang mati.
2. Allah berfirman : Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang.
3. Allah berfirman : Ingatlah pada Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu.

Cara mendapatkan ilmu fadhail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di rumah.
b. Ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh fadhail
c. Hadirkan fadhail dalam setiap amalan .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu fadhail.

Cara mendapatkan ilmu masail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu masail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh masail dengan para alim ulama.
b. Bertanya kepada ulama baik untuk masalah agama maupun dunia.
c. Sering berziarah kepada para alim ulama .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu masail.

Cara mendapatkan dzikir :
1. Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah Swt.
2. Latihan dengan cara :
a. Setiap hari membaca Al Quran (usahakan 1 juz).
b. Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar masing-masing 100 X. Ketika membaca tasbihat maka hadirkan kemahasucian Allah Ketika membaca shalawat maka ingat jasa-jasa Rasulullah kepada kita. Ketika membaca istigfar maka hadirkan sifat Maha Pengampunnya Allah.
c. Amalkan doa-doa masnunah (harian) .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dzikir.

4. Ikromul Muslimin
Arti : Memuliakan sesame orang islam / muslim. Maksud ikramul muslimin Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa meminta hak daripadanya.

Fadhilah :
1. Allah akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya.
2. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim maka Allah akan membuka aibnya sampai dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri.
3. Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikram
2. Latihan dengan cara :
a. Memberi salam kepada orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal.
b. Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan uloama dan menghormati sesama.
c. Berbaur dengan semua orang yang berbeda-beda wataknya.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq sebagaimana ahlaq Baginda Rasulullah Saw.

5. Tashihun niat
Arti : Membetulkan / meluruskan niat Maksud tashihun niat Membersihkan niat pada setiap amalan semata-mata karena Allah Swt. Fadhilah : 1. Sesungguhnya Allahtidak akan menerima amalan seseorang kecuali dengan ikhlas.
2. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupamu dan hartamu tetapi Dia akan memandang pada hatimu dan amalanmu.
3. Baginda Rasulullah Saw. Bersabda :
Wahai Muadz jagalah keihklasan karena amal yang ikhlas walau sedikit akan mencukupi.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikhlas.
2. Latihan dengan cara : setiap beramal periksa niat kita, sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal, bersihkan niat agar semata-mata hanya karena Allah.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ikhlas dalam beramal.

6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah
Arti : Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fisabilillah adalah keluar di jalan Allah. Maksud
1. Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat menggunakan harta diri dan waktu sebagaimana yang diperintahkan Allah.
2. Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.

Fadhilah :
1. Allah berfirman : dan adakah yang perkataannya lebih baik daripada seseorang yang mengajak manusia kepada Allah.
2. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan.
3. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seisinya.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh.
2. Latihan dengan cara :
keluar dijalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 h setiap tahun, 3h setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari. Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bl tiap tahun, 10h tiap bulan dan 8 jam setiap hari.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh yaitu dapat menggunakan harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.