Sabtu, 08 Desember 2012

CERAMAH PAK KIYAI

"Dunia itu gelap dan Kubur itu terang!"

   Alkisah di suatu pengajian akbar (jemaah yang hadir sekitar 3.000 orang), Pak Kiyai menyampaikan Ceramahnya, “Hadirin yang mulia, dunia ini gelap dan  kubur itu terang! Hadirin Semua Setuju?” Serentak Hampir Semua Jamaah Mwenjawab, “Setuju!!!”

   Pak Kiyai melanjutkan, “Nah bagi yang setuju dengan pernyataan saya, boleh pulang.” Maka dengan suara gaduh hadirinpun pulang, kecuali tiga orang pemuda yang masih belum beranjak dari tempat duduknya (ternyata ketiga pemuda itu duduk paling depan dan tidak mengantuk selama pak Kiyai berceramah). Melihat ketiga pemuda itu tidak beranjaj dari tempatnya, Pak Kiyai bertanya “Mengapa kalian tidak pulang? Kalian tidak setuju dengan pernyataan saya?

  “Yah…kami penasaran dengan ungkapan Pak Kiyai tadi. Pak Kiyai ini bagai mana, Dunia yang jelas – jelas terang eh…. malah dikatakan gelap, sedangkan kubur yang jelas – jelas gelap malah dikatakan Terang. Apakah ungkapan Pak Kiyai tidak terbalik?” jawab si pemuda.

Pak Kiyai menjawab sambil tersenyum, “Tidak nak! Saya tidak keliru dengan yang saya sampaikan tadi.”

  “Baiklah jika kalian ingin mengetahui jawabannya mari ikut saya.” Pak Kiyai membawa ketiga pemuda tadi ke mulut gua yang gelap. ketiga Pemuda tadi menjadi tambah keheranan dengan kepenasarannya. Pak Kiyai berucap kepada ketiga pemuda itu, “Masukilah gua itu dan jika kamu menemukan kerikil didalamnya, ambillah.”

  Ketiga pemuda tadi semakin bengon dan di buat bingung oleh Instruksi Pak Kiyai. Pemuada I berfikir “Aku tidak akan tertipu untuk yang kedua kalinya, aku tidak akan membawa apa – apa. Mengapa Pak Kiyai aneh itu menyuruh mengambil kerikil bukan membekali saya senter atau obor.”

  Pemuda II agak ragu – ragu dengan perintah Pak Kiyai ia berfikir “Ah saya akan mengambil sedikit saja dari kerikil itu.”

  Pemuda yang ketiga berfikir “Apapapun yang diperintahkan Pak Kiyai saya sami’na Wa atho’na saya akan mengambil kerikil itu.”

   Singkat cerita, ketiga pemuda itu masuk kedalam gua. Pak Kiyai menunggu di ujung mulut gua. Ketika melihat kemunculan pemuda itu, Pak Kiyai Berkata “Silahkan kalian membuka hasil dari bawaan kalian dari gua itu.”

  Ketika melihat bawaannya, ketiga pemuda itu langsung pingsan.ternyata batu kerikil itu adalah intan permata!!. Setelah ketiga pemuda itu siuman, Pak Kiyai menjelaskan.”itulah jawaban pertanyaan dari ceramah saya tadi. Dunia yang dikatakan gelap, saya umpamakan gua yang tentunya didalamnya gelap. Sedangkan ujung gua (diluar gua) saya umpamakan kubur karena memang terang.dan kerikil yang ternyata intan permata itu bekal amal kita masing – masing ketika memasuki dunia (gua) yang serba gelap.”

  Pak Kiyai melanjutkan, “Setiap orang akan menyesal ketika sudah sampai didalam kubur (sudah meninggal dunia), karena semua manusia akan menyadari bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat yang membutuhkan bekal amal shalih. Yang tidak membawa perbekalan amal shalih akan celaka selamanya, yang membawawa sedikit amal shalih akan menyesal mengapa tidak membawa lebih banyak dan yang membawa bayak amal shalih menyesal mengapa tidak membawa lebih bayak lagi. Pendek kata kita semua akan menyesal dan penyesalan pada hari itu tidak ada gunanya.”

Niat amal dan Sampaikan,
Ulama Katakan:
Tidak ada Korban Tidak akan Paham
Salah Korban akan Salah Paham
Banyak Korban Allah SWT Akan kasih banyak Kepahaman Kepada Agama

Mari Tuan - tuan Niat  Luangkan Masa, ambil Bagian dalam Kerja agama Insya Allah?