Minggu, 10 Agustus 2014

MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI SALALLAHU A'LAIHI WASALAM

PENTINGNYA AMAL SUNNAH NABI SALALLAHU A'LAIHI WASALAM
           
Bismillahirohmanirrohim Kejayaan, kebahagiaan dan Kesuksesan hidup manusia di dunia dan akhirat telah Allah letakkan didalam agama yang sempurna.Agama yang sempurna adalah Islam agama yang dibawa oleh Rasululloh SAW

Dari Umar ra. Secara marfu’ bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Aku pernah bertanya kepada Tuhan aku mengenai perselisihan dan perbedaan pendapat di kalangan sahabat-sahabatku sepeninggalku. Maka Allah Swt. Mewahyukan kepadaku, “Wahai Muhammad, sesungguhnya sahabat-sahabatmu itu kedudukannya di sisi-Ku bagaikan bintang-bintang di langit yang sebagian bintang itu menguatkan yang lainnya, karena setiap bintang mempunyai sinar tersendiri (dan sebagian bintang ada yang sinarnya lebih terang dari yang lain). Karena itu, barangsiapa mengambil (melakukan) sesuatu dari apa-apa yang diamalkan oleh para sahabatmu itu mengenai perkara yang diperselisihkan oleh mereka, maka di sisi-Ku, Aku anggap ia adalah orang yang berada di atas petunjuk.’ Rasulullah saw. Juga bersabda, antara mereka yang kalian ikuti, niscaya kalian akan mendapat hidayah (petunjuk).” (HR. Razin - Jam’ul Fawa’id).


Dari Anas ra. Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, sungguh ia mencintaiku, dan barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku dalam surga.” (HR. As Sajzi).

Dari Ibnu Abbas ra. Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa berpegang teguh kepada Sunnahku ketika rusaknya ummatku, maka baginya pahala sama dengan seratus orang mati syahid.” (HR. Baihaqi).

Pengertian Sunnah Nabi Salallahu'alaihiwasalam
Sunah (kependekan dari kata Sunnaturrasul, berasal dari kata sunan yang artinya garis) dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan / tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah. Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits. Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah.

  Sunnah Rosululloh ini adalah Ikrar dalam Kalimat Tauhid yaitu kalimah pengakuan dan Ikrar kaum muslimin, muslimat menjadi saksi bahwa Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Nabi Muhammad Salallahu a'laiwasalam adalah utusan Allah  "Laailaha Ilallah Muhammadurasulullah" bersedia melaksanakan perintah Allah SWT dan mengikuti segala petunjuk Rasulullahi Salallahu a'laihi wasalam.

Kedudukan Sunnah Nabi Salallahu'alaihiwasalam
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Ali Imran: 31)

Mengamalkan Sunnah Nabi Salallahu a'laihi wasalam ini adalah suatu konsekuensi dari ikrar ummat Islam mengakui bahwa Nabi Muhammad Salallahu a'laiwasalam adalah utusan Allah, ini maknanya ummat ini bersedia untuk menjalankan Agama megikuti cara - cara (Sunnah) Nabi Salallahu a'laihi wasalam secara kaffah. kendatipun dalam pengamalannya kita masih belum dapat menyempurnakan Sunnah Nabi Salallahu a'laihi wasalam namun hendaklah kita senantiasa menguatkan Niat dalam hati untuk berusaha dan berdoa agar Allah Subhana wata'ala memberikan kita kekuatan untuk dapat mengamalkan sunnah Nabi Salallahu a'laihi wasalam, ~Aamiin~
 
Para ulama menyebut ayat ini sebagai ayat imtihan (ayat ujian) atas orang yang mengaku cinta kepada Allah. Maka dilihatlah, jika ia mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam maka ini bukti benarnya pengakuan dirinya. Sebaliknya, jika hal itu tidak ditemukan pada dirinya, menunjukkan tidak adanya kecintaan kepada Allah, ia dusta dalam pengakuannya.

Al-Imad Ibnul Katsir berkata, "Ayat yang mulia ini menghakimi atas setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah sedangkan ia tidak berada di atas jalan hidup Nabi Muhammad, bahwa ia berdusta dalam pengakuannya pada saat itu juga. Sehingga ia mengikuti syariat Nabi Muhammad dan dien Nawabi (Islam yang beliau bawa) dalam semua perkataan dan perbuataannya. Sebagaimana yang tertera dalam Shahihain, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda: "Siapa yang beramal dengan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka ia tertolak."

عَنِ أَبِـيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا قَالَ : قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ )). حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ ، رَوَيْنَاهُ فِيْ كِتَابِ (الحُجَّة) بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ

Dari Abu Muhammad ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga keinginannya mengikuti apa yang aku bawa.’” [Hadits hasan shahîh]


  Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw pernah bersabda: "Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang membangkang". Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, siapa orang yang membangkang?" Rasulullah Saw bersabda: "Siapa yang mematuhiku akan masuk surga, dan siapa yang tidak mematuhiku dialah orang yang membangkang".2212[Bukhari ]

Ulama katakan : Sempurnanya agma itu ialah mengikuti kegiatan Nabi SAW dari mulai tidur hingga tidur kembali.
 
Saudara - saudaraku yang di Mulyakan Allah Subhana wata'ala Sunnah Nabi Salallahu a'laihi wasalam ini adalah Amal, dimana apabila kita melaksanakan segala aktifitas kehidupan sehari hari kita dengan mengikuti cara - cara Nabi Salallahu a'laihi wasalam, maka Allah subhanawata'ala akan Ridho kepada kita dan kita akan di beri ganjaran pahala dari setiap gerak dan aktifitas kehidupan kita sehari hari. bahakan Sunnah Nabi Salallahu a'laihi wasalam lebih dari sekedar memberikan kebahagiaan di dunia namun akan menjadi jaminan layaknya Asuransi bergaransi bagi kita kelak di Yaumil Mahsar untuk dapat masuk kedalam surganya Allah Subhanawata'ala dan medapatkan Fasilitas - fasilitas yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan dan terfikirkan oleh kita selama di hidup dunia ini, ~Allahuakbar~


Ada tiga macam sunah yang diwariskan nabi kepada kita :


sunah suro Yaitu : semua sunah yang melekat ditubuh nabi seperti jenggot, Topi sorban, Imamah, Gamis/Jubah, Wewangian, celak, siwak, Tongkat ini adalah sunnah dari Pakaian Nabi SAW serta pakaian wanita yang diajarkan Nabi SAW kepada wanita Islam dimasa itu.
  
Sunah siro Yaitu : perjalanan nabi, yaitu setiap tingkah laku dan perbuatan serta akhlak nabi yang didalamnya mencakup masalah Ibadah baik yang wajib maupun yang sunat, mu’amalah yaitu cara mencari nafkah yang dibenarkan oleh syari’at Islam, mu’asaroh yakni cara bergaul dengan sesama manusia dan akhlak perilaku dan tutur bahasa nabi saherí-hari, sebagaimana sabda beliau yang mafhumnya sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak, para ulama berpendapat setiap Ibadah yang tidak sesuai dengan yang dicontohkan Nabi SAW maka Ibadahnya akan ditolak oleh Alloh Namun sebaliknya setiap aktifitas kita bila dilakukan sesuai dengan yang dicontohkan rosululloh saw maka akan bernilai Ibadah disisi Alloh.  
   
Sunah sariro Yaitu : dan kerisauan Nabi SAW, yaitu bagaimana seluruh umat manusia hinggá bayi yang terakhir dihari kiamat nanti selamat dari azab Alloh SWT.

Memang Kelihatannya asing apabila semua sunnah Nabi ini di lakukan pada Zaman yang katanya modern ini, Sepertihalnya Jenggot, Tidak sedikit ummat islam yang merasa Alergi dengan Jenggot. Padahal jelas aturan Kumis disunat sebagai mana Sunatnya Khitan atau sunatan, dan Tumbuhkan Jenggot, Masya Allah.


عَنِ أَبِـيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا قَالَ : قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : (( لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ )). حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ ، رَوَيْنَاهُ فِيْ كِتَابِ (الحُجَّة) بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ

Dari Abu Muhammad ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga keinginannya mengikuti apa yang aku bawa.’” (Hadits Hasan)



Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

"Potonglah kumis dan biarkan jenggot memanjang. Berbedalah dengan orang Majusi". [HR Muslim].

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

"Berbedalah dengan orang-orang musyrikin. Tipiskan kumis dan biarkan jenggot tumbuh sempurna (panjang)". [HR Muslim]. 


Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia dari golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban).   

Dari Ibnu Abbas ra. Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa berpegang teguh kepada Sunnahku ketika rusaknya ummatku, maka baginya pahala sama dengan seratus orang mati syahid.” (HR. Baihaqi).

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang tidak mau mengikuti sunnahku, tidak termasuk ke dalam golonganku.” (HR. Bukhari).*

Islam Datang Dalam Keadaan Asing

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَ
عُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Hadits ini adalah salah satu di antara tanda-tanda kenabian karena mengandung pengabaran tentang sesuatu yang akan terjadi. Dimana Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa sebagaimana Islam awalnya datang dalam keadaan asing di kalangan kaum musyrikin Makkah, maka demikian pula dia akan kembali menjadi asing bahkan di kalangan penganut agama Islam itu sendiri.

Bahkan Sunnah Rasulullah Salallahu'alaihi wasalam ada tiga katagori yang Musti kita Fahami agar tidak sebarangan memfonis Bid'ah kepada amal Sunnah.

1.Sunnah yang dilakukan Oleh Nabi SAW (Kegiatan Nabi sehari - hari)
2.Sunah yang diarahkan Oleh Nabi SAW (tidak dilakukan Nabi namun Dianjurkan oleh Nabi SAW)
3.Sunnah yang di setujui Nabi SAW (Dilakukan Oleh Sahabat R.A dan Nabi SAW tidak melarangnya)

"Robbana innaka jami'unnasi liyaumirroibafihi innallaha la yukhliful mi-aad" Aamiin.

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik .